———————————–

PETIK GITAR

……Untuk kawan dan lawan

Malam ini kawanku memetik gitar
selama ini berdebu di sudut kamar
mengalun lagu kenangan lama.

Melodi makin segar menaik
trem penghabisan menderu lalu
kawanku menyanyi nyanyian hati
cerita remaja mencumbu gadis
cerita lama jutaan buku.

Melodi makin segar menaik
dan malam makin menyepi
suka duka bergetar dalam suara
remaja menempuh badai lautan
hilang gaids, hilang impian.

Getar berdenyar diremas jari
remaja telanjang di padang luas
sekitar menantang nuntut pilihan
mau ke mana, mau ke mana
ini batas, ini anggur dan wanita.

Aku tatap muka kawanku
di jalanan tukang sate yang mengeluh
dagangan mesti habis malam ini
dan dia tidak mau menyerah
bintang harapan di dalam hati.

Gitar halus memperbaja melodi
kawanku mesra merangkai bungapi
dari hati remaja kembali.
—————————————————-

RUKMANDA

Sebutkan segala penjara
dan itu adalah aku

Sebutkan segala badai
kepahitan pembuangan
kerinduan pada kecapi
kesunyian malam sepi
kenangan pada Priangan
dan kelayuan dari menanti

Aku yang telah menghilang
rangkaian detik
berpuluh tahun
aku serahkan segala
pada peta perlawanan
selama ini jiwa remaja
setiap detak nafas nyawaku
dan kata ini juga diminta
aku nyanyikan “bangunlah kaum terhina”

Aku kini tiada lagi
bersatu dengan bumi tanah air tercinta
tapi lagu aku tamatkan
bersama bintang seminar kelam
dengan debar jantung terakhir
yang melihat fajar bersinar
kelahiran tunas penyambung keremajaanku

Sebutkan segala penjara
dan itu adalah aku
tapi sebutkan juga kesetiaan
kegairahan dan kepahlawanan
itulah aku!
—————————————————-

PEJOANG

Kau tegak
bikin malu beringin seribu akar

Sekali kau sadar di udara segar
dunia tidak buruk semua
mengapa mesti memilih
apalagi ragu bimbang
soal damai atau perang

sekali, pejoang, kau cinta
di senyum gadis di kuncup bunga
juga indah bela rakyat
bela manusia dan dunia
dalam kata dan isi cinta.

sekali, pejoang, kau cinta
manusia dan dunia dalam derita

Engkau gemetar dirangsang daya
sini kami mulai, Pertiwi
anakmu menuntut bebas sejati.

Dan kau tegak
bikin malu penipu terbuka kedok.
—————————————————-

NYI MARSIH

……….Kepada Penari Senen

saban malam nyi Marsih mesti menari
hati sepi jiwa hampa

nyi Marsih datang dari desa
rumah tinggal abu
suami entah di mana
nyi Marsih pergi ke kota
saban malam menari, menari.

nyi Marsih tidak tahu revolusi
tetapi cinta merdeka
merdeka baginya tanah
nyi masih sedih
rumah dan suami musnah.

nyi Marsih tidak tahu krisis moral
dia senyum dan menari
dicium dan memberi
nyi Marsih tidak merdeka
dan perut keroncongan.
—————————————————-

MERDEKA KAMI

Kami datang sejak tahun ampatlima
kami datang cari Merdeka.

Bapa-bapa beri kami komando
kami prajurit patuh setia
kami tuju mereka yang kami cari
mengapa dibawa ke Merdeka-bapa

Bapa-bapa beri komando
kawan-kawan kami banyak mati
tidak tahu kami belum Merdeka
0