SUDAH KUBUANG-BUANG

Sudah kubuang-buang tuhan
Agar sampai ke yang tak terucapkan
Namun tak sekali ia sedia tak hadir
Terus mengada mengada bagai darah mengalir

Sajakku beranak pinak
Dukungkung tuhan sendirian
Perih cintaku berteriak-teriak
Takut ditolak keabadian

Sudah kubuang-buang tuhan
Sudah kulupa-lupakan
Sampai ingat dan lupa
Lenyap jaraknya

Sampai tahu tak atau menjelma
Baginya tak beda
Sampai gugur mainan ada tiada
Yang menghimpitku di tengahnya

Sudah kubuang-buang
Sudah kubuang-buang
Ia makin saja tuhan
Makin saja tuhan
—————————————

PENYAIR PUN BUKAN

Penyair pun bukan
Aku hanya tukang
Mengembarai hutan
Menggergaji kayu
Bikin ragangan
Mainan pesanan Tuhan

Penyair pun bukan
Aku hanya pelayan
Meladeni cara
Meracik kata
Mengais rahasia
Agar tak mati fana

Penyair pun bukan
Aku hanya penyelam
Menukiki samudera
Pulang ke permukaan
Membawa batu purba
Untuk melempari cakrawala
—————————————————-

KAU PANDANG AKU

kau pandang aku batu
……….kau gempur dengan peluru
…..padahal aku angin
kau pandang aku badai
……….kau tahankan baja dan mantra
…..padahal aku gunung membisu
kau pandang aku raja
……….kau tinggalkan singgasana
…..padahal aku pemabuk
kau pandang aku ngemis
……….kau taburkan mutiara
…..padahal aku bumi
kau pandang aku perampok
……….kau picis kau picis
…..padahal aku tak darah daging
kau pandang aku penderma agung
……….kau jilati
…..padahal aku papa tiada
kau pandang aku boneka
……….kau sandangkan sutera
…..padahal aku jiwa
0