KEPADA SENIMAN

Tahukah Tuan, wahai seniman,
Di mana tempatmu dalam dunia?
Bukan di mercu kedirianmu,
Tapi di sini, antara manusia.
Tuan bukan putra-dewata,
Tuan pun hanya manusia saja!

Jangan hanya di bunga kembang,
Di mata gadis, di bintang malam,
Di gunung biru, di tasik tenang,
Di candi keramat, di arca pualam,
Tuan cari Keindahan,
Keindahan ada dalam segala!

Di lokomotif yang narik kereta,
Di mesin pabrik-pabrik yang gegap-gempita,
Di kapal udara udara pemburu musuh,
Di lumpur sawah, di tangan buruh,
Dalam segala ada Keindahan,
Tertawa, menangis, menanti seniman!

Dari mercu kedirianmu,
Turunlah engkau, wahai seniman,
Dengan api senimu yang sakti,
Jadilah engkau di tengah rakyatmu,
Mercu api, besar dan tinggi,
Terang menerangi hidup bangsamu!